Gastronomi Indonesia

Hotelier Indonesia PENDAHULUAN Semenjak dua puluh tahun (20) tahun terakhir, peta perekonomian global, menempatkan boga (sebutan lain dari kata makanan atau kuliner) menjadi satu dimensi komersial dan sosial yang sangat pesat bergerak. Berubahnya peta perekonomian dunia yang serba cepat & disruptif, menempatkan makanan (kuliner atau boga) menjadi modal utama negara-negaraContinue Reading

Hotelier Indonesia Secara Universal, gastronomi mempunyai 3 (tiga) kegiatan yang berkaitan satu sama lain; yakni mengenai : 1.     Kisah Makanan (Food Story)2.     Penilai Makanan (Food Assessment)3.     Seni Akan Makan Yang Baik (The Art Of Good Eating) Sebagai Food Story, gastronomi mempelajari hubungan makanan –Continue Reading

Hotelier Indonesia Pertalian Mode & Boga PENDAHULUANIndustri fashion telah menjadi sangat jenuh, sehingga untuk memperkuat pemasaran mereka, merek-merek (brand) mewah mulai menawarkan pengalaman baru secara 360 derajat. Fashion tidak lagi cukup menjadi chic, elegant atau avant-garde, tetapi harus ada pesan pembelajaran lain kepada pelanggan tentang apa yang layak mereka dapatkan.Continue Reading

Hotelier Indonesia Dapur telah menjadi tempat nongkrong desainer. Dunia fashion resmi memasuki dapur di tahun 2016, dimulai ketika Dolce & Gabbana meluncurkan lemari es Smeg dekoratif mereka. Dilukis dengan tangan di kota Sisilia, kulkas ini dijual dengan harga 30.000 poundsterling. Koleksi ceret, pemanggang roti, dan juicer “Divina Cucina” yang penuhContinue Reading

Hotelier Indonesia Lembaga Superbody Pariwisata By Indrakarona Ketaren Gastronomi Indonesia  Kalau kita melihat postur Pariwisata Indonesia saat ini masih terdapat catatan kelemahan-kelemahan sehingga aplikasinya kurang bisa maksimal. Bisa dikatakan program Pariwisata di era reformasi (1998 – 2019) belum maksimal menghasilkan sesuatu yang “Wonderful Indonesia” seperti tema logonya. Kelemahan-kelemahan ini antaraContinue Reading

Hotelier Indonesia image by congerdesign Ketika Makanan Menjadi Masalah Politik Indrakarona Ketaren Ketika makanan menjadi masalah politik, maka yang dikendalikan ada 3 (tiga) macam, yakni proses produksi, distribusi dan konsumsi makanan. Dari seluruh proses perjalanannya, ketiga macam yang di dikendalikan itu menempatkan sistem makanan berada dalam kediktatoran, karena kenyataan pilihanContinue Reading