Perkembangan Pasar Residensial di Indonesia


Perkembangan Pasar Residensial di Indonesia



Perkembangan hunian/ residensial bermerek di Asia bernilai IDR707 triliun (USD40 miliar), dengan Indonesia bernilai IDR24,7 triliun (USD1,4 miliar).



Pada tahun 2026, perkembangan residensial bermerek di Asia yang tersedia untuk dijual bernilai IDR707 triliun (USD40 miliar) dengan total 50.025 unit


Nilai pasar ini mencerminkan peningkatan signifikan sebesar 30,3% secara tahunan untuk sektor residensial bermerek di Asia, didorong oleh total pasokan 64.581 unit di 268 pengembangan


Pasar residensial bermerek di Indonesia telah mencapai nilai pasar sebesar IDR24,7 triliun (USD1,4 miliar) dengan total 1,145 unit yang telah diluncurkan


Indonesia memimpin segmen pengembangan hybrida dengan porsi hibrida sebesar 34%. Pengembangan hibrida menggabungkan unit kondominium dan properti bersertifikat tanah, seperti vila, dalam satu proyek berbasis perhotelan, memungkinkan pengembang menargetkan berbagai profil pembeli dan titik harga di bawah satu merek.

Kutipan singkat: “perkembangan hunian bermerek di Asia telah mencapai IDR707 triliun (USD40 miliar). Pasar Indonesia bernilai IDR24,7 triliun (USD1,4 miliar), tetapi yang membedakan Indonesia bukan skala, melainkan struktur. Satu dari tiga proyek mengintegrasikan merek hotel dengan komponen hunian. Tidak ada pasar lain di Asia yang mencapai rasio tersebut.”






Regulasi baru diproyeksikan akan mengarahkan permintaan investor asing ke hunian bermerek di Indonesia


Pemerintah Indonesia telah memperkenalkan mandat yang mewajibkan semua akomodasi sewa jangka pendek untuk menunjukkan kepatuhan hukum penuh paling lambat 31 Maret 2026. Properti yang gagal memverifikasi pendaftaran bisnis mereka melalui kerangka digital nasional menghadapi risiko dihapus dari platform pemesanan online utama


Hambatan masuk bagi investor asing independen meningkat, karena individu asing sekarang harus mendirikan PT PMA (Perusahaan Penanaman Modal Asing) dengan modal disetor minimum lebih dari IDR10 miliar (sekitar USD600.000), atau mengandalkan pemilik lahan lokal untuk kepatuhan


Pergeseran permintaan investor asing diproyeksikan ke hunian bermerek, yang menawarkan struktur sewa yang dikelola secara profesional dan sah secara hukum yang memberikan alternatif investasi transparan dibandingkan pasar sewa kecil dan tidak diatur.


C9 Hotelworks memperkirakan hotel yang berlokasi bersama dan residensial bermerek akan muncul sebagai fase berikutnya dari pengembangan pasar di Indonesia, menangkap permintaan yang terdampak dari properti sewa yang tidak berlisensi.

Kutipan singkat: “Kerangka kepatuhan baru diperkirakan akan mengarahkan modal asing ke residensial bermerek, produk yang dikelola secara profesional, tersusun secara hukum, dan sepenuhnya patuh secara desain.”